KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
Dr. Suparyanto, M.Kes
KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
Cairan Tubuh
Sel dan Cairan Tubuh
Kehidupan Sel
Komposisi Cairan
Macam Larutan
Efek Perbedaan Tekanan Osmosis
Penatalaksanaan
Ketentuan Umum:
Kelebihan Volume
Gambaran Klinis
Perubahan Laboratorium
Hipokalemia
Efek Hiperkalemia
KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
Cairan Tubuh
- Sel organisme multiseluler (manusia) hidup dalam lautan cairan yang dibungkus oleh kulit organisme tsb disebut Cairan Ekstra Sel (CES)
- Semua sel organisme multiseluler perlu nutrisi dan O2 dari CES
- Semua sel organisme multiseluler membuang sisa metabolisme kedalam CES
- Tugas CES adalah menyediakan nutrisi sel dan membersihkan sisa metabolisme sel, juga merupakan medium transport substansi kimia/transmisi impuls dari satu sel ke sel yang lain
- CIS : merupakan medium reaksi kimia (aktivitas biokimiawi sel)
Sel dan Cairan Tubuh
Kehidupan Sel
Komposisi Cairan
- Cairan tubuh terdiri ± 57 % BB terdiri dari : CIS=70% dan CES=30%
- Cairan Intra Seluler ( CIS ): Cairan yang terletak didalam sel tubuh
- Cairan Ekstra Seluler (CES ): Cairan yang terletak diluar sel tubuh
- CES atau Cairan Interstisial: cairan yang terdapat pada celah antar sel, terdiri: Plasma darah, Cairan serebrospinal, Cairan limfe, Cairan intraokuler, Cairan persendian, Cairan gastrointestinal
Macam Larutan
- Larutan isotonis: larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama dengan cairan tubuh (CES)
- Larutan Hipotonis: cairan yang tekanan osmosis cairan tubuh (CES)
Efek Perbedaan Tekanan Osmosis
- Jika tekanan osmosis CES >CIS → cairan CIS keluar → sel mengkerut
- Jika tekanan osmosis CES 20:1 (normal = 10:1)
- Berat jenis urine tinggi
- Osmolalitas urine >450 mOsmol/kg
- Ion Na urine <10 mEq/L (causa ekstrarenal) Ion Na urine >20 mEq/L (causa renal/adrenal)
Penatalaksanaan
Ketentuan Umum:
- Berikan maintenance cairan dan ganti cairan yang hilang
- Ganti kehilangan cairan yang masih berlangsung, volume per volume
- Pemberian cairan dibagi rata dalam 24 jam, kecuali keadaan khusus
Kelebihan Volume
- Edema: penumpukan cairan interstisial yang berlebihan
- Edema disebabkan oleh 4 mekanisme:
- Peningkatan tekanan hidrostatis kapiler (gagal gantung kongestif)
- COP (Colloid Osmotic presure) yang menurun (hipoalbumin pd sirosis)
- Peningkatan permiabilitas kapiler pada peradangan
- Obstruksi aliran limfe (post mastektomi)
Gambaran Klinis
- Destensi vena jugularis
- Peningkatan tekanan v sentral (>11 cm H2O)
- Peningkatan tekanan darah
- Denyut nadi penuh, kuat
- Melambatnya waktu pengosongan vena tangan (>3-5 detik)
- Edeme perifer dan periorbita
- Asites, efusi pleura
Perubahan Laboratorium
- Penurunan hematokrit
- Protein serum rendah
- Ion Na serum normal, ion Na urine rendah (>10 mEq/24jam) Penambahan 2% = kelebihan ringan Penambahan 5% = kelebihan sedang Penambahan 8% = kelebihan berat Penatalaksanaan Tergantung penyebabnya → prinsip pembatasan asupan ion Na dan cairan Edema paru → perlu tindakan cepat, untuk menghindari preload yang besar (beban yang masuk jantung) → dengan cara: Posisi fowler Pemberian diuretik kuat Pemberian oksigen Ketidakseimbangan Osmolalitas Ketidakseimbangan osmolalitas adalah ketidakseimbangan konsentrasi zat yang terlarut (mineral) dalam cairan tubuh Karena ion Na merupakan partikel utama ECF → hipo/hiperosmolalitas → mencerminkan hipo/hipernatremia Hiperglikemia → kejadian khusus pada kasus DM, akibat defisiensi H. Insulin Hiponatremia Disebabkan air yang berlebihan atau ion Na yang berkurang (Na+ serum <135 mEq/L) Menyebabkan pembengkakan sel (karena perpindahan air dari ECF ke ICF) mengancam jiwa → jika edem sel otak Terapi → membuang air yang berlebihan atau menganti ion Na Hipernatremia Hipernatremia: kadar Na serum >145 mEq/L → menyebabkan hiperosmolalitas, sehingga terjadi dehidrasi ICF dan pengerutan sel
- Penyebab utamanya:
- Kehilangan air (mengandung Na)
- Penambahan ion Na dengan kekurangan air
- Terapi:
- Hipernatremia dengan normovolemia → D5 per oral atau IV
- Hipernatremia dengan hipervolemik → D5 dan diuretik
Hipokalemia
- Hipokalemia → kadar ion K serum <3,5mEq/L ( K ion utama ICF) Hipokalemia berkaitan dengan alkalosis, karena alkalosis menyebabkan ion K berpindah dari dari ECF ke ICF Terapi: Infus KCl Efek Hipokalemia CNS dan neuromaskuler: lelah, tidak enak badan, parestesis, reflek tendon menghilang, kelemahan otot Pernafasan: otot nafas lemah, nafas dangkal Saluran cerna: motilitas usus besar menurun, anoreksia, mual, muntah, ileus Kardiovaskuler: hipotensi postural, disritmia, Ginjal: poliuria, nokturia Hiperkalemia Hiperkalemia: peningkatan kadar ion K serum >5,5mEq/L (asidosis, kerusakan jaringan)
- Hiperkalemia adalah keadaan darurat medis yang perlu segera dikenali dan ditangani untuk menghindari disritmia dan henti jantung
- Terapi:
- Kalsium glukonat 10% IV secara perlahan, dengan pemantauan EKG
- Glukose 10% dengan insulin dalam waktu 30 menit
Efek Hiperkalemia
- Neuromaskuler: kelemahan otot, paralisis
- Saluran cerna: mual, diare, kolik usus
- Ginjal:oliguria → anuria
- Kardiovaskuler: disritmia jantung, bradikardia, henti jantung
Minggu, 20 Juni 2010
KESEIMBANGAN ASAM BASA TUBUH
KESEIMBANGAN ASAM BASA TUBUH
- Keseimbangan asam basa adalah homeostasis dari kadar ion hidrogen dalam tubuh
- Kadar normal ion hidrogen (H) arteri adalah: 4x10-8 atau pH = 7,4 (7,35 – 7,45)
- Asidosis = asidemia → kadar pH darah <7,35 Alkalemia = alkalosis → kadar pH darah >7,45
- Kadar pH darah <6,8 atau >7,8 tidak dapat diatasi oleh tubuh
Sistem Buffer Tubuh
- Sistem buffer ECF → asam karbonat-bikarbonat (NaHCO3 dan H2CO3)
- Sistem buffer ICF → fosfat monosodium-disodium (Na2HPO4 dan NaH2PO4)
- Sistem buffer ICF eritrosit → oksihemoglobin-hemoglobin (HbO2- dan HHb)
- Sistem buffer ICF dan ECF → protein (Pr- dan HPr)
- Pertahanan pH darah normal tercapai melalui kerja gabungan dari buffer darah, paru dan ginjal
- Persamaan Handerson Hasselbach:
pH = 6,1 + log ---------------------
1PaCO2
- [HCO3-] → faktor metabolik, dikendalikan ginjal
- PaCO2 → faktor respiratorik, dikendalikan paru
- pH 6,1 → efek buffer dari asam karbonat-bikarbonat
- Selama perbandingan [HCO3-] : PaCO2 = 20 : 1 → pH darah selalu = 6,1 + 1,3 = 7,4
Gangguan Asam Basa darah
- Asidosis metabolik [HCO3-] ↓ dikompensasi dengan PaCO2 ↓
- Alkalosis metabolik [HCO3-] ↑ dikompensasi dengan PaCO2↑
- Asidosis respiratorik PaCO2↑ dikompensasi dengan [HCO3-] ↑
- Alkalosis respiratorik PaCO2↓ dikompensasi dengan [HCO3-] ↓
Asidosis Metabolik
- Ciri: [HCO3-] ↓ <22mEq/L dan pH <7,35 → kompensasi dengan hiperventilasi PaCO2↓, kompensasi akhir ginjal → ekskresi H+, sebagai NH4+ atau H3PO4
- Penyebab: Penambahan asam terfiksasi: ketoasidosis diabetik, asidosis laktat (henti jantung atau syok), overdosis aspirin Gagal ginjal mengekskresi beban asam Hilangnya HCO3- basa → diare
- Gejala Asidosis Metabolik Tidak jelas dan asimptomatis Kardiovaskuler: disritmia, penurunan kontraksi jantung, vasodilatasi perifer dan serebral Neurologis: letargi, stupor, koma Pernafasan: hiperventilasi (Kussmal) Perubahan fungsi tulang: osteodistrofi ginjal (dewasa) dan retardasi pada anak
- Penatalaksanaan Asidosis Metabolik Tujuan: meningkatkan pH darah hingga ke kadar aman (7,20 hingga 7,25) dan mengobati penyakit dasar NaHCO3 dapat digunakan bila pH <7,2 atau [HCO3-] <15mEq/L
- Risiko NaHCO3 yang berlebihan: penekanan pusat nafas, alkalosis respiratorik, hipoksia jaringan, alkalosis metabolik, hipokalsemia, kejang, tetani Alkalosis Metabolik Ciri: [HCO3-] ↑ >26mEq/L dan pH >;7,45 → kompensasi dengan hipoventilasi PaCO2↑, kompensasi akhir oleh ginjal → ekskresi [HCO3-] yang berlebihan
Penyebab:
- Hilangnya H+ (muntah, diuretik, perpindahan H+dari ECF ke ICF pada hipokalemia)
- Retensi [HCO3-] (asidosis metabolik pasca hiperkapnia)
Gejala Alkalosis Metabolik
- Gejala dan tanda tidak spesifik
- Kejang dan kelemahan otot → akibat hipokalemia dan dehidrasi
- Disritmia jantung, kelainan EKG → hipokalemi
- Parestesia, kejang otot → hipokalsemia
Penatalaksanaan Alkalosis Metabolik
- Tujuan: menghilangkan penyakit dasar
- Pemberian KCl secara IV dalam salin 0,9% → (diberikan jika Cl- urine <10mEq/L) menghilangkan rangsangan aldosteron → ekskresi NaHCO3 Jika Cl- urine >20mEq/L → disebabkan aldosteron yang berlebihan → tidak dapat diobati dengan salin IV, tapi dengan diuretik
Asidosis Respiratorik
- Ciri: PaCO2 ↑ >45mmHg dan pH <7,35 → kompensasi ginjal retensi dan peningkatan [HCO3-]
- Penyebab: hipoventilasi (retensi CO2), inhibisi pusat nafas (overdosis sedatif, henti jantung), penyakit dinding dada dan otot nafas (fraktur costae, miastemia gravis), gangguan pertukaran gas (COPD), obstruksi jalan nafas atas
- Gejala Asidosis Respiratorik Tidak spesifik Hipoksemia (dominan) → asidosis respiratorik akut akibat obstruksi nafas Somnolen progresif, koma → asidosis respiratorik kronis Vasodilatasi serebral → meningkatkan ICV → papiledema dan pusing
- Penatalaksanaan Asidosis Respiratorik Pemulihan ventilasi yang efektif sesegera mungkin → pemberian O2 dan mengobati penyebab penyakit dasar PaO2 harus ditingkatkan >60mmHg dan pH >7,2
Alkalosis Respiratorik
- Ciri: penurunan PaCO2 <35mmHg dan peningkatan pH serum >7,45 → kompensasi ginjal meningkatkan ekskresi HCO3-
- Penyebab: hiperventilasi (tersering psikogenik karena stress dan kecemasan), hipoksemia (pneumonia, gagal jantung kongestif, hipermetabolik (demam), stroke, stadium dini keracunan aspirin, septikemia
Gejala Alkalosis Respiratorik
- Hiperventilasi (kadar gas, frekuensi nafas)
- Menguap, mendesak, merasa sulit bernafas
- Kecemasan: mulut kering, palpitasi, keletihan, telapak tangan dan kaki dingin dan berkeringat
- Parastesia, otot berkedut, tetani
- Vasokontriksi serebal → hipoksia cerebral → kepala dingin dan sulit konsentrasi
Penatalaksanaan Alkalosis Respiratorik
- Menghilangkan penyebab dasar
- Kecemasan dapat dihilangkan dengan pernafasan kantong kertas yang dipegang erat disekitar hidung dan mulut dapat memulihkan serangan akut
- Hiperventilasi mekanik → diatasi dengan menurangi ventilasi dalam satu menit, menambah ruang hampa udara atau menghirup 3% CO2 dalam waktu singkat
Posting Komentar